Tampilkan postingan dengan label Aplikasi Website. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aplikasi Website. Tampilkan semua postingan

Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan SPK Pemenang Tender Menggunakan Metode SAW dan TOPSIS

Aplikasi Sistem Penunjang Keputusan SPK Pemenang Tender Menggunakan Metode SAW dan TOPSIS


Oyeah Kali ini Teman saya sudah membuat apikasi SPK PEMENANG TENDER MENGGUNAKAN METODE SAW DAN TOPSIS..
bisa dibilang aplikasi ini sempurna karena perhitungannya yang jelas dan menurut buku panduan.
yang membuat aplikasi ini bernama diki dia kuliah di universitas pamulang.
sebelum penjelasan ke aplikasiya yuk lihat penjelasan di bawah ini dulu :

Pengertian Sistem Pendukung KeputusanSistem Pendukung Keputusan (SPK)
Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau Decision Support System (DSS) adalah sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan pemecahan masalah maupun kemampuan pengkomunikasian untuk masalah dengan kondisi semi terstruktur dan tak terstruktur. Sistem ini digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam situasi semi terstruktur dan situasi yang tidak terstruktur, dimana tak seorangpun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat (Turban, 2001).

SPK bertujuan untuk menyediakan informasi, membimbing, memberikan prediksi serta mengarahkan kepada pengguna informasi agar dapat melakukan pengambilan keputusan dengan lebih baik.

SPK merupakan implementasi teori-teori pengambilan keputusan yang telah diperkenalkan oleh ilmu-ilmu seperti operation research dan menegement science, hanya bedanya adalah bahwa jika dahulu untuk mencari penyelesaian masalah yang dihadapi harus dilakukan perhitungan iterasi secara manual (biasanya untuk mencari nilai minimum, maksimum, atau optimum), saat ini computer PC telah menawarkan kemampuannya untuk menyelesaikan persoalan yang sama dalam waktu relatif singkat.
Sprague dan Watson mendefinisikan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) sebagai sistem yang memiliki lima karakteristik utama yaitu (Sprague et.al, 1993):

    1. Sistem yang berbasis komputer.
    2. Dipergunakan untuk membantu para pengambil keputusan
    3. Untuk memecahkan masalah-masalah rumit yang mustahil dilakukan dengan kalkulasi manual
    4. Melalui cara simulasi yang interaktif
    5. Dimana data dan model analisis sebaai komponen utama.

Metode SAW(Simple Additive Weighting)
Metode SAW membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan (X) ke suatu skala yang dapat diperbandingkan dengan semua rating alternatif yang ada [6]. Metode ini merupakan metode yang paling terkenal dan paling banyak digunakan dalam menghadapi situasi  Multiple Attribute Decision Making (MADM). MADM itu sendiri merupakan suatu metode yang digunakan untuk mencari alternatif optimal dari sejumlah alternatif dengan kriteria tertentu.Metode SAW ini mengharuskan pembuat keputusan menentukan bobot bagi setiap atribut. Skor total untuk alternatif diperoleh dengan menjumlahkan seluruh hasil perkalian antara rating (yang dapat dibandingkan lintas atribut) dan bobot tiap atribut. Rating tiap atribut haruslah bebas dimensi dalam arti telah melewati proses normalisasi matriks sebelumnya. Langkah Penyelesaian SAW (Simple  Additive Weighting)

Menentukan kriteria-kriteria yang akan dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan, yaitu Ci. Menentukan rating kecocokan setiap alternatif pada setiap kriteria. c.
Membuat matriks keputusan berdasarkan kriteria(Ci), kemudian melakukan normalisasi matriks berdasarkan persamaan yang disesuaikan dengan jenis atribut (atribut keuntungan ataupun atribut biaya) sehingga diperoleh matriks ternormalisasiR.
Hasil akhir diperoleh dari proses perankingan yaitu penjumlahan dari perkalian matriks ternormalisasi R dengan vektor bobot sehingga diperoleh nilai terbesar yang dipilih sebagai alternatif terbaik (Ai)sebagai solusi. Adapun tahapan perhituang pada metode ini adalah.

Metode SAW dan TOPSIS pada pembuatan aplikasi SPK adalah hal yang umum digunakan di perusahaan-perusahaan terkemuka.. .

Yuk langsung saja ke inti penjelasannya

1. disini ada menu LOGIN ADMIN - dengan hak akses admin maka aplikasi bisa di buka dengan menginput username dan password seperti pada tampilan gambar di bawah ini :

aplikasi SPK pemenang tender mengunakan metode SAW dan TOPSIS






2. setelah berhasil login maka halaman utama dari aplikasi ini adalah button dan data peserta yang akan dilakukan penilaian dengan METODE SAW DAN TOPSIS.
button yang ada adalah input SAW, tambah data peserta, detail, edit, dan hapus.
seperti pada tampilan gambar di bawah ini :

aplikasi SPK pemenang tender mengunakan metode SAW dan TOPSIS





3. pada tampilan yang ketiga di bawah ini adalah tampilan input tambah peserta dengan menngisi form yang ada maka pengguna akan memasukkan data yang jelas :

aplikasi SPK pemenang tender mengunakan metode SAW dan TOPSIS




4.Tabel pembobotan - nah disini adalah data SAW yang berguna untuk pembobotan dari imputan yang telah dimasukkan sebelumnya, dengan tabel pembobotn SAW ini ada beberapa kolom tabel saama seperti DI BUKU. lihat pada gambar di bawah ini :

APLIKASI SPK TOPSIS DAN SAW





5.  Pada tampilan di bawah ini adalah Tampilan Metode TOPSIS, dimana menu dan data hampir sama akan tetapi disini lebih banyak perhitungan karena metode TOPSIS adalah penggabungan dari metode saw dan AHP.

aplikasi SPK pemenang tender mengunakan metode SAW dan TOPSIS




6.  Detail peserta - pada tampilan ini admin dapat melihat detail dari data peserta yang sudah di input, dengan adanya detail ini untuk memudahkan pengguna agar dapat melihat apa ada kesalahan dalam penginputan data.

aplikasi SPK pemenang tender mengunakan metode SAW dan TOPSIS





7.  Tabel Perangkingan METODE TOPSIS - disini dari beberapa kolom yang sebelumnya maka dilakukan tabel perangkingan yang berguna untuk mencari pemenang tender yang sebenarnya, perangkingan disini adalah hal paling akhir dalam pengoprasian METODE TOPSIS DAN SAW

aplikasi SPK pemenang tender mengunakan metode SAW dan TOPSIS





8. Nah pada tampilan di bawah ini adalah tampilan dimana pemenang tender di nyatakan menang atas perhitungan-perhitungan yang dilakukan oleh aplikasi SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN METODE SAW DAN TOPSIS

aplikasi SPK pemenang tender mengunakan metode SAW dan TOPSIS


Hmmm sudah jelas kan cara dan penjelasan aplikasi SAW DAN TOPSIS PEMENANG TENDER DI ATAS?
jika sudah selanjutnya saya akan mengasih aplikasi ini secara gratis.. .
maka dari itu dimohon yang ingin aplikasi sistem pendukung keputusan menggunakan metode saw dan topsis berkomentar di bawah dengan menyertakan email anda sekalian.. .
saya juga kurang tau berapa banyak peminat aplikasi ini maka dari itu saya belum membagikan link downloadnya.. .

SEKIAN DAN TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGANNYA .
Di Tunggu Komentar anda.. .

Contoh Fungsi Kode Program Yang Harus Di Ingat Pada Pemrograman PHP

Contoh Fungsi-Fungsi Yang Harus Di Ingat Pada Pemrograman PHP



addslashes

Fungsi : Memberi garis miring atau slash jika ada tanda kutip pada string atau kata maupun kalimat
Sintaks PHP:

addslashes ( string $str )

Contoh Penggunaanya :
<?php
$str = "hari ini adalah harijum'at";

echo addslashes($str);
//Hasilnya : hari ini adalah hari jum\'at
?>
chr
Fungsi : Menghasilkan karakter yang spesifik berdasarkan kode ascii
Sintaks PHP :
chr ( int $ascii )

Parameter :
$ascii = kode ascii

Contoh penggunaannya:
<?php
$kode = 81;
$str = chr($kode);
echo "karakter dengan kode ascii $kode adalah $str";
//Hasilnya : karakter dengan kode ascii 81 adalah Q
?>

count_chars
Fungsi : Menghitung frekuensi munculnya karakter di suatu string
Sintaks PHP :
count_chars ( string $string [, int $mode= 0 ] )

Parameter :
$string = String yang ingin dihitung frekuensi karakter yang muncul
$mode = Opsional, Default = 0
  • 0 - Menghitung semua karakter dalam bentuk array, walaupun nggak ada di dalam string
  • 1 - Sama seperti 0, tapi hanya yang jumlah frekuensi besar dari 0, artinya hanya karakter yang ada di dalam string
  • 2 - Sama seperti 0, tapi hanya karakter yang jumlah frekuensinya sama dengan 0
Contoh penggunaan :
<?php
$data = "Hello World";
foreach (count_chars($data, 1) as $i => $val) {
   echo "Ada $val buah karakter \"" , chr($i) , "\" di dalam string.\n<br>";
}
?>

Hasilnya :
Ada 1 buah karakter " " di dalam string.
Ada 1 buah karakter "H" di dalam string.
Ada 1 buah karakter "W" di dalam string.
Ada 1 buah karakter "d" di dalam string.
Ada 1 buah karakter "e" di dalam string.
Ada 3 buah karakter "l" di dalam string.
Ada 2 buah karakter "o" di dalam string.
Ada 1 buah karakter "r" di dalam string.
explode
Fungsi : Membagi string menjadi array berdasarkan string pembatas yang ditentukan
Sintaks PHP:
explode ( string $delimiter , string $string [, int $limit ] )

Parameter :
$delimiter : string pembatas
$string : string yang akan dibagi
$limit : Batas maksimal elemen array yang dibuat

Contoh Penggunaan:
<?php
$str = 'one|two|three|four';

print_r(explode('|',$str));
// hanya 2 elemen array
print_r(explode('|', $str, 2));
?>

Hasilnya :
Array
(
    [0] => one
    [1] => two
    [2] => three
    [3] => four
)
Array
(
    [0] => one
    [1] => two|three|four
)
htmlspecialchars
Fungsi : Mengubah karakter < dan > menjadi &lt; dan &gt;. Ini sangat berguna untuk mencegah user yang menggunakan tag html ketika menginput data ke website kita, seperti melalui buku tamu, dan sebagainya.
Sintaks PHP :
htmlspecialchars ( string $string )

Contoh Penggunaan:
<?php
$teks = "<b>hai apa kabar</b>";
echo htmlspecialchars($teks);
?>

implode
Fungsi : menggabungkan elemen array menjadi satu string
Sintaks PHP:
implode ( [string $antara] , array $array )

Parameter :
$antara, string atau karakter antara elemen yang akan disatukan, bersifat opsional, bisa diisi atau tidak
$array, array yang akan disatukan.
Contoh Penggunaan:
<?php
$array = array('lastname', 'email', 'phone');
$teksbaru = implode("--",$array);
echo $teksbaru;
//hasilnya lastname--email--phone
?>

md5
Fungsi : untuk men-ekripsi string dengan teknik md5, bersifat satu arah, artinya tidak ada fungsi untuk mengembalikannya/dekripsi. Kecuali kalau pake kode hacking khusus
Sintaks PHP :
md5 (string $string)

Contoh Penggunaan:
<?php
$password = "passwordku";

echo md5($password);
//Hasilnya : 88f200b77cccee4a6e95c383d33e0f22
?>
nl2br
Fungsi : mengubah baris baru (\n) menjadi <br>, berguna jika anda ingin ketika user input di teks area, kemudian menekan enter. Nah agar nantinya baris baru yang dibuat di textarea bisa ditampilkan, harus diubah \n menjadi <br>
Sintaks PHP :
nl2br ( string $string )

Contoh :
<?php
$teks = "Hai \n Apakabar";
$teks = nl2br($teks);
echo $teks;
?>

number_format
Format angka dengan dengan menggroupkan berdasarkan ribuan
Sintaks PHP :
number_format ( float $number [, int $decimals ] )
atau
number_format ( float $number , int $decimals , string $dec_point , string $thousands_sep )

Berikut keterangan kode diatas:
$number, adalah angka yang akan diformat
$decimals, adalah jumlah angka di belakang koma
$dec_point, adalah tanda desimal, apakah pake titik atau koma
$thousands_sep, adalah tanda pembagi ribuan, apakah koma atau titik atau lainnya

Contoh :
<?php
$number = 123564.56;
$format_number = number_format($number, 2, '.', ',');
echo $format_number;
//Hasil 123,564.56
?>
ord
Fungsi : Menghasilkan nilai ASCII suatu karakter, kebalikan dari fungsi chr()
Sintaks PHP :
ord ( string $string )

Contoh penggunaan:
<?php
$str = "x";

echo ord($str);
//Hasilnya 120
?>

parse_str
Fungsi : Mengubah string menjadi variabel
Sintaks PHP :
parse_str ( string $str [, array &$arr ] )

Parameter :
$str, adalah string yang akan di ubah, anda juga bisa membuat string menjadi variabel seperti metode GET, contoh : file.php?nama=ivan&alamat=medan
$arr, adalah outputnya dalam bentuk array
Contoh penggunaan :
<?php
$str = "nama=Ivan&email=Ivan@yahoo.com";
parse_str($str);
echo $nama;                 // Hasilnya Ivan
echo $email;                // Hasilnya Ivan@yahoo.com
parse_str($str, $output);
echo $output['nama'];       // Hasilnya Ivan
echo $output['email']       // Hasilnya Ivan@yahoo.com
?>
print
Fungsi : sama seperti echo, menghasilkan/mencetak string
Sintaks PHP:
print (String $str )

Contoh Penggunaan:
<?php
print("Hello World");
?>

str_pad
Fungsi : Menempatkan string ditempat yang panjangnya ditentukan
Sintaks PHP :
str_pad ( string $input , int $pad_length [, string $pad_string= " " [, int $pad_type= STR_PAD_RIGHT ]] )

Parameter :
$input, adalah string input
$pad_length, adalah panjang pad
$pad_string, adalah string mengisi kekosongan
$pad_type, adalah tipe pad, kanan (STR_PAD_RIGHT), kiri( STR_PAD_LEFT), atau tengah( STR_PAD_BOTH)

Contoh penggunaan :
<?php
$input = "Ivannow";
echo str_pad($input, 15)."<br>";                      // Hasil "Ivannow       "
echo str_pad($input, 15, "-=", STR_PAD_LEFT)."<br>";  // Hasil "-=-=-=-ivannow"
echo str_pad($input, 15, "_", STR_PAD_BOTH)."<br>";   // Hasil "___ivannow____"
echo str_pad($input, 15 , "___")."<br>";              // Hasil "ivannow_______"
?>

str_repeat
Fungsi : mengulang string
Sintaks PHP :
str_repeat ( string $input , int $multiplier )

Parameter :
$input, adalah string yang akan diulang
$multiplier, berapa kali diulang
Contoh penggunaan :
<?php
echo str_repeat("x", 10);
//hasilnya xxxxxxxxxx
?>

str_replace
Fungsi : Mengganti string yang dicari dengan string pengganti
Sintaks PHP :
str_replace ( mixed $search , mixed $replace , mixed $subject [, int &$count ] )

Parameter :
$search, adalah bagian string yang akan di ganti
$replace, adalah string pengganti
$subject, adalah string yang akan diproses
$count, jumlah bagian yang cocok dan diganti

Contoh penggunaan :
<?php
$str = "Hello Apa kabar";
$str2 = str_replace("a","x",$str,$count);
echo $str2."<br>";
echo $count;
//Hasil : Hello Apx kxbxr
//hasil 3
?>

str_shuffle
Fungsi : mengacak string
Sintaks PHP:
str_shuffle ( string $str )

Contoh penggunaan:
<?php
echo str_shuffle("Desrizal");
//Hasilnya macam macam bisa : zDisalre
?>

str_split
Fungsi : Mengubah string ke array
Sintaks PHP :
str_split ( string $string [, int $split_length= 1 ] )

$string, adalah string yang akan di ubah
$split_length adalah maksimum panjang potongan
Contoh penggunaan :
<?php
$str = "Hello Friend";
$arr1 = str_split($str);
$arr2 = str_split($str, 2);
print_r($arr1);
print_r($arr2);
?>

Hasilnya :
Array
(
    [0] => H
    [1] => e
    [2] => l
    [3] => l
    [4] => o
    [5] => 
    [6] => F
    [7] => r
    [8] => i
    [9] => e
    [10] => n
    [11] => d
)
Array
(
    [0] => He
    [1] => ll
    [2] => o
    [3] => Fr
    [4] => ie
    [5] => nd
)

str_word_count
Fungsi : Menghitung jumlah kata dalam string
Sintaks PHP :
str_word_count ( string $string [, int $format= 0 [, string $charlist ]] )

Parameter :
$string, adalah string yang akan dihitung
$format
  • 0 - jumlah kata yang ditemukan
  • 1 - Menghasilkan suatu array yang merupakan semua kata yang ditemukan dalam string
  • 2 - Menghasilkan array asosiatif
$charlist, karakter tambahan yang dianggap kata

Contoh penggunaan :
<?php
$str = "Budi pergi ke pasar";

echo str_word_count($str);
//hasilnya 4
?>

strip_tags
Fungsi : Menghilangkan tag HTML dan PHP
Sintaks PHP :
strip_tags ( string $str [, string $allowable_tags ] )

Parameter :
$str, string yang akan dihilangkan tag HTML nya
$allowable_tags, adalah tag yang tidak akan dihilangkan

Contoh penggunaan:
<?php
$teks = "<b>Hallo apa kabar</b>";
echo strip_tags($teks);
?>

stripslashes
Fungsi : Menghilangkan garis miring tanda kutip di string
Sintaks PHP :
stripslashes ( string $str )

Contoh penggunaan :
<?php
$str = "Sekarang hari jum\'at";
echo stripslashes($str);
// Hasil: Sekarang hari jum'at
?>

strlen
Fungsi : Mendapatkan panjang string
Sintaks PHP :
<?php
$str = 'abcdef';
echo strlen($str); // hasil 6
$str = ' ab cd ';
echo strlen($str); // hasil 7
?>

strrev
Fungsi : Membalikkan string
Sintaks PHP:
strrev ( string $string )

Contoh penggunaan :
<?php
echo strrev("Hello world!"); // Hasil "!dlrow olleH"
?>

substr_replace
Fungsi : Mengganti teks pada bagian tertentu string
Sintaks PHP :
substr_replace ( mixed $string , string $replacement , int $start [, int $length ] )

Parameter :
$string, adalah string yang akan diproses/diganti
$replacement, adalah string pengganti dari substring yang ditentukan
$start, adalah sub string diawali dari karakter ke berapa
$length, adalah panjang sub string

Contoh penggunaan :
<?php
$teks = "ivansilalahi";
echo substr_replace($teks, 'san', 3, 2);
//hasilnya : ivasanilalahi
?>

substr
Fungsi : Menghasilkan bagian dari string
Sintaks PHP :
substr ( string $string , int $start [, int $length ] )

Parameter :
$string, adalah string yang akan diambil bagiannya
$start, posisi awal karakter yang akan diambil
$length, adalah panjang dari subs string

Contoh penggunaan :
<?php
echo substr("ivansilalahi", 3)."<br>";          //Hasilnya nsilalahi
echo substr("ivansilalahi", 3, 2)."<br>";       //Hasilnya ns
echo substr("ivansilalahi", -3)."<br>";         //Hasilnya ahi
echo substr("ivansilalahi", -3, 2)."<br>";      //Hasilnya ah
?>



Cara Membuat Koneksi Xampp di Php dan Mysqli Beserta Contohnya

Cara Membuat Koneksi Xampp di Php dan Mysqli Beserta Contohnya

cara membuat koneksi dengan mysqli



Hello kawan kali ini saya akan menjelaskan bagaimana cara membuat koneksi php dan mysqli
sebelum itu anda harus tau dulu mysqli itu apa?
MYSQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL (bahasa Inggris: database management system) atau DBMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL AB membuat MySQL tersedia sebagai perangkat lunak gratis dibawah lisensi GNU General Public License (GPL), tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus di mana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL.(wikipedia)

MySqli dalam system Prosedural
MySQL Peningkatan Extension (MySQLi) menyediakan antarmuka prosedural serta Antarmuka Object Oriented.
Dalam artikel ini kita akan melihat ke beberapa fungsi MySQLi Prosedural umum.

mysqli_connect ()
Fungsi ini digunakan untuk menghubungkan ke
MySQL. Sebelum melakukan setiap operasi
database, Anda harus terhubung ke MySQL.
contoh code :
$link = mysqli_connect('localhost', 'root','password ', nama_database');

Untuk mencoba sebuah mysqli_connect_error(),
menghentikan MySQL server dan panggilan untuk
mysqli_connect(). Jika Anda telah mengaktifkan
kesalahan PHP, Anda akan melihat kesalahan yang
mencakup informasi seperti di disamping ini.
mysqli_connect_error() akan mengembalikan pesan
yang sama.

CONTOH 1:
<?php
$link = @mysqli_connect('localhost', 'root', '', 'test');
if (mysqli_connect_error()) {
echo 'database tidak terkoneksi';
}
// anda mulai membuat query di sini
?>

CONTOH 2:
<?php
$link = @mysqli_connect('localhost', 'root', '', 'test');
if($link){
echo 'database sukses koneksi';
}
else{
echo 'database tidak terkoneksi';
}
// anda mulai membuat query di sini

mysqli_select_db()
Untuk menambah database atau ingin
menggunakan lebih dari satu database, anda
dapat menggunakan perintah yg mysql yang
lama. Seperti contoh disamping menggunakan
dua database yaitu database ‘test’ dan
database ‘test1’.

CONTOH :
<?php
$link = @mysqli_connect('localhost', 'root', '', 'test');
if ($link){
echo 'test DB terkoneksi ';
}
$db2=mysqli_select_db($link, 'test1');
if ($db2){
echo 'DAN db2 terkoneksi';
}
?>

mysqli_query ()
Ini adalah fungsi yang digunakan untuk
mengeksekusi query MySQL. Menampilkan
hasil set MySQL (resource) yang dapat
digunakan dalam fungsi seperti
mysqli_fetch_array ().

CONTOH :
<?php
$link = @mysqli_connect('localhost', 'root', '', 'test');
$query = "SELECT * FROM siswa";
$hasil= mysqli_query($link, $query);
// display result di sini
}
mysqli_close($link);
?>

mysqli_fetch_array ()
Fungsi ini digunakan untuk membaca
data dari hasil set MySQL (dikembalikan
oleh mysqli_query a ()). Bunyinya dan
mengembalikan satu baris data sebagai
array dan kemudian pindah pointer ke
baris berikutnya. Ketika tidak ada lagi
baris untuk kembali, ia mengembalikan
NULL. Karena perilaku ini, itu sering
digunakan dengan Sementara Loop
sebagai berikut.

CONTOH :
<?php
$link = @mysqli_connect('localhost', 'root', '', 'test');
$query = "SELECT * FROM siswa";
$hasil= mysqli_query($link, $query);
while($row = mysqli_fetch_array($hasil)){
echo $row[1];
}
mysqli_close($link);
?>

Dalam tutorial edisi WSOK selanjutnya ini akan dijelaskan kegunaan dari 4 (empat) fungsi yaitu
mysql_fetch_array(),
mysql_fetch_assoc(),
mysql_fetch_object() dan
mysql_fetch_row().


Sekian penjelasan saya tentang membuat koneksi dengan mysqli
Mohon jika kurang jelas sertakan komentar di bawah
TERIMAKASIH

Cara Membuat Sourcode Get Post dan Session Pada PHP dan Mysql

Cara Membuat Metode Get Post dan Session Pada PHP dan Mysql



Metode $_GET
Dalam artikel ini akan dijelaskan, bagaimana menggunakan $_GET fungsi dalam PHP.
Dalam PHP, dua fungsi yang tersedia $ _GET() dan $ _POST() untuk mengirimkan nilai
dari satu halaman ke halaman lain, fungsi ini digunakan untuk mendapatkan nilai-nilai
yang diisi oleh pengguna seperti pendaftaran pengguna atau form login dll.
Fungsi $_GET digunakan untuk mengumpulkan nilai dari bentuk dikirim dengan method
= "GET". Mari kita lihat cara menggunakan $_GET fungsi dalam PHP.

Example:
"form.html" file berisi kode berikut.
<html>
<head>
<title> Get Methods</title>
</head>
<body>
<form action="Get.php" method="GET">
Nama <input type="text" name ="nama"/> <p>
Umur <input type="text" name="umur"/> <p>
<input type="submit" value="Submit"/>
</form>
</body>
</html>

"Get.php" file berisi kode berikut.
<html>
<head>
<title> Get Methods</title>
</head>
<body>
<?php
echo "Welcome :".$_GET['nama']."</br>";
echo "you are ". $_GET['umur']." tahun";
?>
</body>
</html>

Outputnya =



Sekarang Beralih Ke Metode $_POST
$ _POST digunakan untuk mengumpulkan nilai dari form untuk dikirim dengan
method = "POST". Informasi yang dikirim tidak terlihat di URL. Memiliki batas 8MB informasi untuk
mengirim.
Mari kita memiliki contoh, bagaimana mengumpulkan informasi dari bentuk dengan bantuan metode 'post'.

CONTOH :
File 1. form.html
<html>
<body>
<form action="Post.php" method="POST">
Nama <input type="text" name ="nama"/> <p>
Umur <input type="text" name="umur"/> <p>
<input type="submit" value="Submit"/>
</form>
</body>
</html>

File 2. Post.php
<?php
echo "Hallo ". $_POST['nama']."</br>";
echo "Kamu ". $_POST['umur']."tahun";
?>


APA PERBEDAAN UMUM Get Dan Post?

Informasi yang dikirim dari formulir dengan metode POST
tidak terlihat oleh orang lain
Informasi yang dikirim dari sebuah form dengan metode GET
dapat dilihat oleh semua orang (akan ditampilkan dalam URL)

Contoh Session :
Mari kita memiliki contoh untuk menunjukkan tampilan halaman counter pada setiap kunjungan
pengguna di halaman tersebut.

simpan dengan apapun.php
<?php
// Start Session
session_start();
// check session value has been set or not
if(isset ($_SESSION['PageView']))
{
// increment counter by 1 if session value is already set
$_SESSION['PageView'] = $_SESSION['PageView']+ 1 ;
}
else
{
// if session value not set, then value set by 1 in session variable
$_SESSION['PageView'] = $_SESSION['PageView']+1 ;
}
?>

selanjutnya

simpan dengan nama sesion.php
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=windows-1252">
<title>PHP Session</title>
</head>
<body>
<div id ="Container">
<h1> Test Session</h1>
<?php
// menampilkan berapa kali halaman dibuka
echo 'Total halaman ini dibuka pengunjung : '.$_SESSION['PageView'];
?>
</div>
</body>
</html>

Di sini, halaman yang dilihat dua kali sehingga jumlah pengunjung di halaman saat ini ditampilkan 3.
Destroying Session:
Pada dasarnya ada dua fungsi yang untuk menghancurkan Session, pertama adalah unset() dan kedua
adalah session_destroy().
unset() adalah fungsi yang digunakan untuk membebaskan variabel sesi yang ditentukan.
Example:

<?php
// Start Session
session_start();
// cek nilai session apakah sudah di set atau tidak.
$_SESSION['TestUnset'] ="Set";
?>

selanjutnya

simpan dengan nama contener.php
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
</head>
<body>
<div id ="Container">
<h1> session page testing </h1>
<?php
echo 'Session Value : '.$_SESSION['TestUnset']."</br>";
unset ($_SESSION['TestUnset']);
echo 'Session Destroyed'."</br>";
echo 'Now Session sudah di unset : '.$_SESSION['TestUnset'];
?>
</div>
</body>
</html>

Saya harap anda bisa berkomentar di bawah.
KOMENTAR anda sangat bermanfaat bagi saya karna saya menjadi tau apa ada yang masih salah.

TERIMAKASIH.
SEMOGA BERMANFAAT YA

Contoh Cara Membuat Fungsi Array Pada Pemrograman PHP dan MySql

Cara Membuat Fungsi Array Pada Pemrograman PHP dan MySql




Nah kali ini saya akan menjelaskan bagaimana sih cara membuat struktur array yang baik dan benar itu.
sebelum kita memulai penjelasan kita harus tau dulu Apa sih Array Itu?
Array adalah kumpulan data variabel yang
dapat menampung lebih dari satu nilai.
Nilai dari Array berurutan dengan niai pertama adalah 0

Kebanyakan kita programmer - terutama para pemula - ketika diminta
membuat suatu program tertentu misalnya program inventory pasti
akan langsung duduk di depan komputer *dan* dijamin pasti
kebingungan musti ngapain dulu :)) Solusinya adalah..... Jangan
langsung duduk di depan komputer untuk langsung coding... tapi mulai
dengan mendefinisikan 5W +1H, dari aplikasi yang sedang kita buat.
Kedengarannya seperti sedang membuat skripsi, namun yakinlah
langkah ini salah satu tujuannya adalah agar proyek yang sedang kita
kerjakan tidak sampai salah arah...

Cara Cara membuat array pada pemrograman php dengan mudah :

Cara 1. Menggunakan fungsi array ()
Sintaks :
$variabel=array(array1, array2, …dst.);
Array dibuat Dengan cara di atas memiliki angka indeks otomatis
dimulai dari 0 dan meningkat sebesar 1 untuk nilai berikutnya.
Jadi, nilai pertama "Januari" memiliki indeks angka 0, selanjutnya
satu "Februari" memiliki 1, dan seterusnya.

Contoh
<?php
$bulan=array("Januari", "Feb
ruari", "Maret" , "April" , "Mei"
, "Juni" , "Juli" , "Agustus" ,
"September" , "Oktober" ,
"November" , "Desember");
?>

Cara 2 Cara lain short array
Sintaks :
array_name = [
key1 => nilai1,
key2 => nilai2,
---
];
PHP 5.4 telah memperkenalkan sintaks array pendek.
Sekarang, array () dapat ditulis sebagai []. Jika kita
menulis contoh sebelumnya menggunakan identifier [].

Contoh
<? php
$bulan = [
0 => "Januari",
1 => "Februari",
2 => "Maret",
] ;
?>

Untuk menghapus elemen array atau seluruh array,
unset () fungsi dapat digunakan. Misal : anda ingin
menampilkan hasil yg sudah di unset, maka hasilnya
error :
<?php
$car = array("Ferarry", "Hyundai", "Toyota");
unset($car[0]);
/* Array element adalah Ferarry, jika nekat
meng-eho setelah diunset maka hasil error.
*/
echo $car[0];
?>

Contoh
<?php
$car = array("Ferarry",
"Hyundai", "Toyota");
unset($car[0]);
/* Array element
sebelumnya ferrary setelah
di unset maka posisi diambil
Hyunday */
echo $car[1];
?>

4. Array Asosiatif (multidimensi)
Untuk menghapus elemen array atau seluruh array,
unset () fungsi dapat digunakan. Misal : anda ingin
menampilkan hasil yg sudah di unset, maka hasilnya
error :
<?php
$car = array("Ferarry", "Hyundai", "Toyota");
unset($car[0]);
/* Array element adalah Ferarry, jika nekat
meng-eho setelah diunset maka hasil error.
*/
echo $car[0];
?>

Nomor Sejauh ini, Anda telah melihat digunakan
sebagai indeks / index. Tapi key sekarang berupa
string.
Ketika kunci dari sebuah array merupakan array
lain itu disebut array multidimensi. Jika seperti
array di atas setiap tombol mewakili satu nilai
maka pengertiannya, yaitu array satu dimensi.
Array pada contoh di atas adalah 1-dimensi.
Ketika kunci dari sebuah array merupakan
array lain itu disebut array multidimensi.. Mari kita
lihat contoh di samping ini:

Contoh
<?php
$teman = Array(
array(
"nama" => "Ari",
"umur" => 30,
"minat" => "PHP"
),
array(
"nama" => "Eksa",
"age" => 25,
"minat" => "Javascript"
),
);
foreach ($teman as $test) {
/*
Untuk setiap iterasi, $c mendapat
$teman (array asosiatif)
*/
while (list($k, $v) = each($test)) {
/* masing-masing ($c) mendapatkan
Element f $c (kunci nilai koresponden)
*/
echo "$k : $v <br>";
}
}
?>

maka hasilnya =
nama : Ari
umur : 30
minat : PHP
nama : Eksa
age : 25
minat : Javascript


Nah mungkin penjelasan saya itu saja jika ada kurang dan lebihnya atas penjelasan saya ini mohon komentar di bawah agar bisa menambah wawasan ilmu bagi saya dan anda sekalian.
Sekian dan TERIMAKASIH telah berkunjung ke blog saya.


Nah mungkin penjelasan saya itu saja jika ada kurang dan lebihnya atas penjelasan saya ini mohon komentar di bawah agar bisa menambah wawasan ilmu bagi saya dan anda sekalian.
Sekian dan TERIMAKASIH telah berkunjung ke blog saya.

Pengertian SET INTRUKSI Dan Contoh Pengalamatannya (Jenis Intruksi, Keunggulan Dan Kelemahan)

Pengertian SET INTRUKSI Dan Contoh Pengalamatannya (Jenis Intruksi, Keunggulan Dan Kelemahan)




Apa itu SET Intruksi?

SET INSTRUKSI
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
 Set Instruksi (bahasa Inggris: Instruction Set, atau Instruction Set Architecture (ISA)) didefinisikan sebagai suatu aspek dalam arsitektur komputer yang dapat dilihat oleh para pemrogram. Secara umum, ISA ini mencakup jenis data yang didukung, jenis instruksi yang dipakai, jenis register, mode pengalamatan, arsitektur memori, penanganan interupsi, eksepsi, dan operasi I/O eksternalnya (jika ada).

    ISA merupakan sebuah spesifikasi dari Pullman semua kode-kode biner (opcode) yang diimplementasikan dalam bentuk aslinya (native form) dalam sebuah desain prosesor tertentu. Kumpulan opcode tersebut, umumnya disebut sebagai bahasa mesin (machine language) untuk ISA yang bersangkutan. ISA yang populer digunakan adalah set instruksi untuk chip Intel x86, IA-64, IBM PowerPC, Motorola 68000, Sun SPARC, DEC Alpha, dan lain-lain.


    ISA kadang-kadang digunakan untuk membedakan kumpulan karakteristik yang disebut di atas dengan mikroarsitektur prosesor, yang merupakan kumpulan teknik desain prosesor untuk mengimplementasikan set instruksi (mencakup microcode, pipeline, sistem cache, manajemen daya, dan lainnya). Komputer-komputer dengan mikroarsitektur berbeda dapat saling berbagi set instruksi yang sama. Sebagai contoh, prosesor Intel Pentium dan prosesor AMD Athlon mengimplementasikan versi yang hampir identik dari set instruksi Intel x86, tetapi jika ditinjau dari desain internalnya, perbedaannya sangat radikal. Konsep ini dapat diperluas untuk ISA-ISA yang unik seperti TIMI yang terdapat dalam IBM System/38 dan IBM IAS/400. TIMI merupakan sebuah ISA yang diimplementasikan sebagai perangkat lunak level rendah yang berfungsi sebagai mesin virtual. TIMI didesain untuk meningkatkan masa hidup sebuah platform dan aplikasi yang ditulis untuknya, sehingga mengizinkan platform tersebut agar dapat dipindahkan ke perangkat keras yang sama sekali berbeda tanpa harus memodifikasi perangkat lunak (kecuali yang berkaitan dengan TIMI). Hal ini membuat IBM dapat memindahkan platform AS/400 dari arsitektur mikroprosesor CISC ke arsitektur mikroprosesor POWER tanpa harus menulis ulang bagian-bagian dari dalam sistem operasi atau perangkat lunak yang diasosiasikan dengannya.

    Ketika mendesain mikroarsitektur, para desainer menggunakan Register Transfer Language (RTL) untuk mendefinisikan operasi dari setiap instruksi yang terdapat dalam ISA.

    Sebuah ISA juga dapat diemulasikan dalam bentuk perangkat lunak oleh sebuah interpreter. Karena terjadi translasi tambahan yang dibutuhkan untuk melakukan emulasi, hal ini memang menjadikannya lebih lambat jika dibandingkan dengan menjalankan program secara langsung di atas perangkat keras yang mengimplementasikan ISA tersebut. Akhir-akhir ini, banyak vendor ISA atau mikroarsitektur yang baru membuat perangkat lunak emulator yang dapat digunakan oleh para pengembang perangkat lunak sebelum implementasi dalam bentuk perangkat keras dirilis oleh vendor. 

PENGALAMATAN
Pengalamatan digunakan untuk menentukan suatu alamat tempat  untuk dimana operand akan di fetch. Dapat meningkatkan kecepatan pelaksanaan instruksi dengan menurunkan jumlah referensi pada memori utama dan meningkatkan jumlah referensi pada register kecepatan tinggi. Mode pengalamatan ini menjabarkan suatu aturan untuk menginterpresetasikan atau memodifikasi field alamat dari instruksi sebelum operand di referensikan Pada semua mode pengalamatan lainnya, operand yang sesungguhnya tidak disimpan pada field alamat tetapi beberapa nilai di jabarkan dan di gunakan untuk menentukan operasi operand.
Teknik pengalamatan yang umum dipergunakan adalah :
a)    Immediate Addressing (OPERAND = A)
Digunakan untuk menentukan dan menggunakan konstanta atau nilai-nilai variabel awal. Tidak terdapat referensi memori selain dari instruksi yang diperlukan untuk memperoleh operand. Cara seperti ini dapat menghemat siklus memori atau cache dalam siklus instruksi. Kerugian dari immediate addressing adalah ukuran bilangan dibatasi oleh ukuran field alamat. Bentuk pengalamatan ini yang paling sederhana. Operand benar – benar ada dalam instruksi atau bagian dari instruksi=Operand sama dengan field alamat.  Umumnya bilangan akan disimpan dalam bentuk komplemen dua.  Bit paling kiri sebagai bit tanda. Ketika operand dimuatkan ke dalam register data, bit tanda akan digeser ke kiri hingga maksimum word data.
Contoh :  ADD 5 ; tambahkan 5 pada akumulator
Keuntungan
•         Mode ini adalah tidak adanya referensi memori selain dari instruksi yang diperlukan untuk memperoleh operand.
•         Menghemat siklus instruksi sehingga proses keseluruhan akan cepat.
Kerugiannya
•         Ukuran bilangan dibatasi oleh ukuran field alamat
b)   Direct Addressing (EA = A)
Merupakan mode pengalamatan yang sederhana yang hanya memerlukan sebuah referensi memori dan tidak memerlukan kalkulasi khusus. Memiliki keterbatasan ruang alamat.
Kelebihan :
•         Field alamat berisi efektif address sebuah operand.
•         Teknik ini banyak digunakan pada komputer lama dan komputer kecil.
•         Hanya memerlukan sebuah referensi memori dan tidak memerlukan kalkulasi khusus.
Kelemahan :
•         Keterbatasan field alamat karena panjang field alamat biasanya lebih kecil dibandingkan panjang word
Contoh : ADD A ; tambahkan isi pada lokasi alamat A  ke akumulator.
c)    Indirect Addressing (EA = (A))
Field alamat mengacu pada alamat word di dalam memori, sehingga membuat alamat operand menjadi lebih panjang. Untuk setiap panjang word sebesar N, dapat digunakan sebuah ruang alamat 2N. Sedangkan kerugiannya adalah bahwa eksekusi instruksi memerlukan dua referensi memori untuk mengambil operand, sebuah referensi memori untuk mengambil alamat dan referensi lainnya untuk mendapatkan nilainya. Mode pengalamatan tak langsung dimana field alamat mengacu pada alamat word di dalam memori, yang pada gilirannya akan berisi alamat operand yang panjang
Contoh : ADD (A) ; tsmbahkan isi yang ditunjuk oleh isi alamat A ke akumulator
Keuntungan:
•         Ruang bagi alamat menjadi besar sehingga semakin banyak alamat yang dapat referensi.
Kerugian :
•         Diperlukan referensi memori ganda dalam satu fetch sehingga memperlambat proses operasi.
d)   Register Addressing (EA = R)
Memerlukan field alamat berukuran kecil dalam instruksi dan tidak memerlukan referensi memori. Metode pengalamatan register mirip dengan mode pengalamatan langsung. Perbedaannya terletak pada field alamat yang mengacu  pada register, bukan pada memori utama. Field yang mereferensi register memiliki panjang 3 atau 4 bit, sehingga dapat mereferensi 8 atau 16 register  general purpose.
Keuntungan :
•         Diperlukan field alamat berukuran kecil dalam instruksi dan tidak diperlukan referensi memori.
•         Akses ke register lebih cepat daripada akses ke memori, sehingga proses eksekusi akan lebih cepat.
Kerugian :
•         Ruang alamat menjadi terbatas

e)    Indirect Register Addressing (EA = (R))
Keterbatasan ruang alamat dapat diatasi dengan membiarkan field alamat mereferensi lokasi panjang word di dalam register yang berisi sebuah alamat. Hanya saja untuk eksekusi instruksi, menggunakan satu referensi memori yang lebih sedikit dibandingkan dengan Indirect Addressing. Metode pengalamatan register tidak langsung mirip dengan mode pengalamatan tidak langsung.  Perbedaannya adalah field alamat mengacu pada alamat register. Letak operand berada pada memori yang ditunjuk oleh isi register.  Keuntungan dan keterbatasan pengalamatan register tidak langsung pada dasarnya sama dengan pengalamatan tidak langsung. Keterbatasan field alamat diatasi dengan pengaksesan memori yang tidak langsung sehingga alamat yang dapat direferensi makin banyak. Dalam satu siklus pengambilan dan penyimpanan, mode pengalamatan register tidak langsung hanya menggunakan satu referensi memori utama sehingga lebih cepat daripada mode pengalamatan tidak langsung.
f)     Displacement Addressing (EA =A + (R))

Mode pengalamatan yang fleksibel yang mampu mengkombinasikan Direct Addressing dan Indirect Register Addressing.  Diplacement Addressing yang kompleks mensyaratkan instruksi untuk memiliki dua buah field alamat, dan sedikitnya sebuah field yang eksplisit. Nilai A yang eksplisit digunakan secara direct sedangkan (R) merupakan referensi implisit yang berdasarkan opcode, mengacu ke register yang isinya ditambahkan ke A sehingga memperoleh Effective Address. Menggabungkan kemampuan pengalamatan langsung dan pengalamatan register tidak langsung. Mode ini mensyaratkan instruksi memiliki dua buah field alamat, sedikitnya sebuah field yang eksplisit. Field eksplisit bernilai A dan field implisit mengarah pada register.  Operand berada pada alamat A ditambah isi register.
Tiga model displacement :
a.    Relative addressing, register yang direferensi secara implisit adalah program counter (PC).
b.    Base register addressing, register yang direferensikan berisi sebuah alamat memori, dan field alamat berisi perpindahan dari alamat itu.
c.    Indexing adalah field alamat mereferensi alamat memori utama, dan register yang direferensikan berisi pemindahan positif dari alamat tersebut.
g)   Stack Addressing (EA = puncak stack)
Stack adalah array lokasi yang linear, yang merupakan blok lokasi yang terbalik, sehingga sering disebut juga Last In First Out Queue. Tidak ada referensi memori di dalam Stack Addressing di mana aplikasi memori yang dimilikinya terbatas. Stack addressing merupakan bentuk implied addressing. Instruksi-instruksi mesin tidak perlu memiliki referensi memori namun secara implisit beroperasi pada bagian paling atas stack. Stack adalah array lokasi yang linier=pushdown list=last-in-firstout-queue. Stack merupakan blok lokasi yang terbalik. Butir ditambahkan ke puncak stack sehingga setiap saat blok akan terisi secara parsial. Yang berkaitan dengan stack adalah pointer yang nilainya merupakan alamat bagian paling atas stack. Dua elemen teratas stack dapat berada di dalam register CPU, yang dalam hal ini stack ponter mereferensi ke elemen ketiga stack. Stack pointer tetap berada di dalam register. Dengan demikian, referensi – referensi ke lokasi stack di dalam memori pada dasarnya merupakan pengalamatan register tidak langsung. Mengatasi keterbatasan format instruksi Dapat mereferensi lokasi memori yang besar dan Mode pengalamatan yang mampu menangani keterbatasan tersebut.
1.    Masing – masing prosesor menggunakan mode pengalamatan yang berbeda – beda.
2.    Memiliki pertimbangan dalam penggunaannya. Ada beberapa teknik pengalamatan
3.    Ada beberapa teknik pengalamatan
Perbandingan Mode pengalamatan
1)   Mode Pengalamatan Pentium Pentium dilengkapi bermacam – macam mode pengalamatan untuk memudahkan bahasa – bahasa tingkat tinggi mengeksekusinya secara efisien (C/Fortran)
2)   Mode immediate. Operand berada di dalam instruksi. Operand dapat berupa data byte, word maupun doubleword
3)    Mode operand register, operand adalah isi register.
Beberapa macam jenis register
•         8 bit (AH, BH, CH, DH, AL, BL, CL, DL)
•         16 bit (AX, BX, CX, DX, SI, DI, SP, BP)
•         32 bit (EAX, EBX, ECX, EDX, ESI, EDI, ESP, EBP)
•         64 bit yang dibentuk dari register 32 bit secara berpasangan. 64 bit biasanya untuk operasi floating point.
•         register segmen (CS, DS, ES, SS, FS, GS)
4)   Mode displacement Alamat efektif berisi bagian – bagian instruksi dengan displacement 8, 16, atau 32 bit. Dengan segmentasi, seluruh alamat dalam instruksi mengacu ke sebuah offset di dalam segmen.  Dalam Pentium, mode ini digunakan untuk mereferensi variabel – variabel global. 
FORMAT INTRUKSI
Format instruksi merupakan kelompok bit yang memberitahukan kepada komputer untuk menunjukan suatu operasi tertentu. Kode Instruksi dibagi dalam bagian-bagian, yang masing-masing bagian mempunyai interpretasi sendiri. Bagian yang paling pokok adalah :
•   Opcode adalah sekelompok bit yang menunjukan operasi seperti ADD, SUBTRACT, SHIFT, dan COMPLEMENT
•   Bagian lain dari instruksi mencakup satu operasi (operand) atau lebih
•   Operand adalah suatu nama yang digunakan untuk obyek instruksi dan mungkin data atau alamat yang mengatakan dimana data tersebut
•   Untuk membuat kode instruksi dalam komputer harus kode biner. (seperti operasi LOAD dan Store)
•   Load adalah meng-copy bilangan dari lokasi memori kedalam register
 •   Strore adalah meng-copy bilangan dari register kedalam lokasi memori  X
&___ _____ "______#___________ ___ _____
Bentuk Format Intruksi ada 3 :

 format instruksi 3 alamat
            Mempunyai bentuk umum seperti : [OPCODE][AH],[AO1],[AO2]. Terdiri dari satu alamat hasil, dan dua alamat operand, misal SUB Y,A,B Yang mempunyai arti dalam bentuk algoritmik : Y := A – B dan arti dalam bentuk penjelasan : kurangkan isi reg a dengan isi reg B, kemudian simpan hasilnya di reg Y.
bentuk bentuk pada format ini tidak umum digunakan di dalam computer, tetapi tidak dimungkinkan
ada pengunaanya, dalam peongoprasianya banyak register sekaligus dan program lebih pendek.

Contoh:
A, B, C, D, E, T, Y adalah register
Program: Y = (A – B) / ( C + D × E)
SUB Y, A, B Y := A – B
MPY T, D, E T := D × E
ADD T, T, C T := T + C
DIV Y, Y, T Y:= Y / T
Memerlukan 4 operasi
Format instruksi 2 alamat
           Mempunyai bentuk umum : [OPCODE][AH],[AO]. Terdiri dari satu alamat hasil merangkap operand, satu alamat operand, missal : SUB Y,B yang mempunyai arti dalam algoritmik : Y:= Y – B dan arti dalam bentuk penjelasan : kurangkan isi reg Y dengan isi reg B, kemudian simpan hasillnya di reg Y. bentuk bentuk format ini masih digunakan di computer sekarang, untuk mengoprasikan lebih sedikit register, tapi panjang program tidak bertambah terlalu banyak.

Contoh :
A, B, C, D, E, T, Y adalah register
Program: Y = (A – B) / ( C + D × E)
MOVE Y, A Y := A
SUB Y, B Y := Y – B
MOVE T, D T := D
MPY T, E T := T × E
ADD T, C T := T + C
DIV Y, T Y:= Y / T
Memerlukan 6 operasi
Format instruksi 1 alamat
    Mempunyai bentuk umum : [OPCODE][AO]. Terdiri dari satu alamat operand, hasil disimpan di
accumulator, missal : SUB B yang mempunyai arti dalam algoritmik : AC:= AC – B dan arti dalam bentuk
penjelasan : kurangkan isi Acc dengan isi reg B, kemudian simpan hasillnya di reg Acc. bentuk bentuk
format ini masih digunakan di computer jaman dahulu, untuk mengoprasikan di perlukan satu register,
tapi panjang program semakin bertambah.

Contoh :
A, B, C, D, E, Y adalah register
Program: Y = (A – B) / ( C + D × E)
LOAD D AC := D
MPY E AC := AC × E
ADD C AC := AC + C
STOR Y Y := AC
LOAD A AC := A
SUB B AC := AC – B
DIV Y AC := AC / Y
STOR Y Y := AC
Memerlukan 8 operasi
Format instruksi 0 alamat
        Mempunyai bentuk umum : [OPCODE]. Terdiri dari semua alamat operand implicit, disimpan dalam bentuk stack. Operasi yang biasanya membutuhkan 2 operand, akan mengambil isi stack paling atas dan dibawahnya missal : SUB yang mempunyai arti dalam algoritmik : S[top]:=S[top-1]-S[top] dan arti dalam bentuk penjelasan : kurangkan isi stack no2 dari atas dengan isi stack paling atas, kemudian simpan hasilnya di stack paling atas, untuk mengoprasikan ada beberapa instruksi khusus stack PUSH dan POP.

Contoh :
A, B, C, D, E, Y adalah register
Program: Y = (A – B) / ( C + D × E)
PUSH A S[top] := A
PUSH B S[top] := B
SUB S[top] := A – B
PUSH C S[top] := C
PUSH D S[top] := D
PUSH E S[top] := E
MPY S[top] := D × E
ADD S[top] := C + S[top]
DIV S[top] := (A – B) /S[top]
POP Y Out := S[top]
Memerlukan 10 operasi

Format instruksi 0 alamat
Mempunyai bentuk umum : [OPCODE]. Terdiri dari semua alamat operand implicit, disimpan dalam bentuk stack. Operasi yang biasanya membutuhkan 2 operand, akan mengambil isi stack paling atas dan dibawahnya missal : SUB yang mempunyai arti dalam algoritmik : S[top]:=S[top-1]-S[top] dan arti dalam bentuk penjelasan : kurangkan isi stack no2 dari atas dengan isi stack paling atas, kemudian simpan hasilnya di stack paling atas, untuk mengoprasikan ada beberapa instruksi khusus stack PUSH dan POP.

Contoh :
A, B, C, D, E, Y adalah register
Program: Y = (A – B) / ( C + D × E)
PUSH A S[top] := A
PUSH B S[top] := B
SUB S[top] := A – B
PUSH C S[top] := C
PUSH D S[top] := D
PUSH E S[top] := E
MPY S[top] := D × E
ADD S[top] := C + S[top]
DIV S[top] := (A – B) /S[top]
POP Y Out := S[top]
Memerlukan 10 operasi

KESIMPULAN
Dari penjelasan diatas dapat di beri kesimpulan bahwa set intruksi mempunyai banyak pemrosesan dari pengalamatan, format intruksinya dan lain sebagainya.
Set Intruksi dapat di simpulkan dan didefinisikan sebagai suatu aspek dalam arsitektur komputer yang dapat dilihat oleh para pemrogram.
Pengalamatan set instruksi ada beberapa macam. Dengan kekurangan dn kelebihan masing-masing yang berbeda-beda.
Dalam Format intruksi ada beberapa jumlah alamat yang digunakan dalam operasi CPU tergantung format operasi masing-masing CPU.
Ada format operasi yang menggunakan 3, 2, 1, dan 0 register/alamat.

DAFTAR PUSTAKA
https://id.wikipedia.org/wiki/Set_instruksi
http://siskommbawawa.blogspot.co.id/
https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=8&sqi=2&ved=0ahUKEwjkgJ3uq9HTAhVBRY8KHQnkCnwQFghbMAc&url=http%3A%2F%2Fsetia.lecturer.pens.ac.id%2FModul%2FArKom%2FPertemuan%252004.pdf&usg=AFQjCNFuKf1qOsVF8MSQs6Domldku-2FlA&sig2=GuOKLte_TrtZE3eWypBqAQ&cad=rja
http://rboversion.blogspot.co.id/2015/05/makalah-mode-dan-format-pengalamatan.html
 Makalah Set Intruksi & Teknik Pengalamatan
https://www.google.co.id/?gws_rd=cr,ssl&ei=XooIWan6KozvvgSEiJzQCg#q=set+instruksi+arsitektur+komputer